Pustaka Jaya (1971—…)

Pustaka Jaya (Dunia Pustaka Jaya) adalah penerbit buku-buku sastra yang didirikan di Jakarta, 15 Mei 1971. Pustaka Jaya lahir atas saran Asrul Sani dan beberapa anggota Dewan Kesenian Jakarta yang menganggap perlu adanya penerbit buku-buku bermutu. Penerbitan buku-buku ketika itu mengalami kemacetan dan minat baca masyarakat sangat rendah. Salah satu kegiatan rutin dewan kesenian itu adalah penyelenggaraan sayembara penulisan roman dan naskah sandiwara. Beberapa karya hasil sayembara yang memperoleh penghargaan diterbitkan oleh Pustaka Jaya, sekurang-kurangnya Pustaka memperoleh prioritas untuk menerbitkan karya sastra yang dihasilkan oleh kegiatan Dewan Kesenian Jakarta. Selain menerbitkan buku sastra Indonesia (baik yang baru maupun yang cetak ulang), penerbit ini juga menerbitkan terjemahan sastra dunia.
Misi Pustaka Jaya adalah menerbitkan buku-buku yang baik, khususnya buku-buku sastra. Selain itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan minat baca masyarakat melalui penerbitan buku-buku anak yang diharapkan dapat memupuk kebiasaan membaca. Oleh karena itu, jumlah buku anak-anak dan dewasa pada tahun 1975 berbanding empat-satu. Akan tetapi, tahun 1981 perubahan buku dewasa jauh lebih banyak dari buku anak-anak. Semua itu tergantung dari banyaknya jumlah naskah yang masuk.
 
Sasaran Penerbit Pustaka Jaya adalah seluruh masyarakat kota dan daerah. Sebagian buku-buku mereka beredar di P. Jawa, terutama di kota Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta, sedangkan di luar P. Jawa, buku Pustaka Jaya yang paling laku adalah di Palembang, Medan, dan Padang. Penjualan buku-buku tersebut umumnya tunai (dengan rabat 35%) atau kredit satu bulan (rabat 30%) melalui toko buku. Mereka tidak berminat memasarkan melalui perwakilan. Oleh karena itu, Penerbit Pustaka Jaya sampai sekarang masih berproduksi.
 
Pustaka Jaya mulai berdiri dengan berbekalkan modal pinjaman sebesar dua puluh juta rupiah. Dewan pengawas terdiri atas delapan orang (masing-masing empat dari DKJ dan Yayasan Jaya Raya). Mereka adalah Ir. Ciputra (ketua), Asrul Sani, HB Jassin, Ramadhan KH, Ali Audah, Budiman Kusika, diketuai Ajip Rosidi dan Drs. Soeparno (Yayasan Jaya Raya) sebagai anggota urusan manajemen. Susunan pengurus PT Pustaka Jaya terdiri Ajip Rosidi (presdir), Rachmat Marta (Direksi) serta komisaris. Ir. Ciputra tetap sebagai ketua Yayasan beserta Adnan Rusdi Surjadi dan Iravati Sudiarso. Pernah menjadi direktur utamanya: Ajip Rosidi (1971—1981). Penerbit yang juga dikenal dengan nama Dunia Pustaka Jaya ini mula-mula beralamat di Jalan Kramat II No.31 A, Jakarta Pusat. Kemudian beralamat di Jalan Kramat Raya No.5 K, Jakarta 10450.
 
 
Kedudukan Pustaka Jaya dalam perkembangan sastra dapat dilihat dari karya sastra yang diproduksinya. Keterkenalannya dalam dunia sastra dapat dilihat dari buku-buku yang diproduksinya. Buku-buku tersebut banyak yang telah dicetak ulang.
 
 
Kumpulan cerita pendek yang diterbitkan antara lain, berjudul Keajaiban di Pasar Senen karya Misbach Jusa Biran (1971); Icih karya Ali Audah (1972); Poligami karya Aoh K. Hadimadja (1972); Dari Suatu Masa dari Suatu Tempat karya Asrul Sani (1972); Seribu Kunang-Kunang di Manhattan karya Umar Kayam (1972); … Oh, Film karya Misbach Yusa Biran (1973); Bintang-Bintang karya Ras Siregar (1973); Sebuah Perkawinan karya Nasjah Djamin (1974); Malam Pengantin karya Putu Arya Tirtawirya (1974); Saat Orang Berterus Terang karya Wildan Yatim (1974); Di Muka Pintu karya Wildan Yatim (1975); Buku Harian Seorang Penganggur karya Muhammad Ali (1976); Pertengkaran karya Widan Yatim (1976); Tentang Delapan Orang karya Satyagraha Hoerip (1980); Di Antara Seribu Warna karya Sori Siregar (1980); Demikianlah pada Mulanya karya Yusakh Ananda (1980); Danau Toba karya Sitor Situmorang (1981); Segi dan Garis karya Nh. Dini (1983); Perempuan Senja karya Sirullah Kaelani Insankamil (1984); Sri Sumarah karya Umar Kayam (1986); Selandang karya Wildan Yatim (1988).
 
 
Novel yang diterbitkan antara lain, berjudul Orang Buangan karya Harijadi S. Hartowardojo (1971); Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya (1971); Sang Guru karya Gerson Poyk (1973); Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini (1973); Telegram karya Putu Wijaya (1973); Hadiah Ulang Tahun karya Totilawati Tjitrawasita (1974); Pergolakan karya Wildan Yatim (1974); Dan Terhamparlah Darat yang Kuning, Laut yang Biru… karya Aoh K. Hadimadja (1975); Koong karya Iwan Simatupang (1975); Dari Hari ke Hari karya Mahbub Djunaidi (1975); Harimau! Harimau! karya Mochtar Lubis (1975); Siklus karya Mohammad Diponegoro (1975); La Barka karya Nh. Dini (1975); Pabrik karya Putu Wijaya (1975); Sinta Sasanti karya Totilawati Tjitrawasita (1975); Perjanjian dengan Maut karya Harijadi S. Hartowardojo (1976); Astiti Rahayu karya Iskasiah Sumarto (1976); Khotbah di Atas Bukit karya Kuntowijoyo (1976); Sepi Terasing karya Aoh K. Hadimadja (1977); Tunas-Tunas Luruh selagi Tumbuh karya Canny R. Talibonso (1977); Maut dan Cinta karya Mochtar Lubis (1977); Keberangkatan karya Nh. Dini (1977); Namaku Hiroko karya Nh. Dini (1977); Stasiun karya Putu Wijaya (1977); Kemelut Hidup karya Ramadhan K.H. (1977); Upacara karya Korrie Layun Rampan (1978); Sebuah Lorong di Kotaku karya Nh. Dini (1978); Keok karya Putu Wijaya (1978); Keluarga Permana karya Ramadhan K.H. (1978); Di Atas Puing-Puing karya Th. Sri Rahayu Prihatmi (1978); Pelabuhan Hati karya Titis Basino P.I. (1978); Warisan karya Chairul Harun (1979); Dan Perang pun Usai karya Ismail Marahimin (1979); Perjalanan Hitam karya Muspa Edow (1979); Jatuhnya Benteng Batu Putih karya Musytari Jusuf (1979); Langit dan Bumi Sahabat Kami karya Nh. Dini (1979); Padang Ilalang di Belakang Rumah karya Nh. Dini (1979); Pembayaran karya S. Sinansari Ecip (1979); Mata-Mata karya Suparto Brata (1979); Kubah karya Ahmad Tohari (1980); Sekayu karya Nh. Dini (1981); Kuncup Berseri karya Nh. Dini (1982); Di Bumi Aku Bersua di Langit Aku Bertemu karya Titis Basino P.I. (1983); Bukit Harapan karya Nasjah Djamin (1984); Lembah Membara karya Moerwanto (1985); Di Kaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari (1986); Bukan Rumahku karya Titis Basino P.I. (1986); Dataran Terjal karya Titis Basino (1988); Teror karya Putu Wijaya (1990); Terjalnya Gunung Batu karya Titis Basino P.I. (1998).
 
 
Kumpulan puisi, antara lain berjudul Sajak-Sajak Sepatu Tua karya Rendra (1972); Selembar Daun karya Wing Kardjo (1974); Cermin karya Abdul Hadi W.M. (1975); Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur karya Abdul Hadi W.M. (1975); Mantera karya Asrul Sani (1975); Perumahan karya Wing Kardjo (1975); Romansa Perjalanan karya Kirjomulyo (1976); Isyarat karya Kuntowijoyo (1976); Pabila dan di Mana karya Ayoatrohaedi (1977); Sebelum Tidur karya Budiman S. Hartoyo (1977); Sajak-Sajak Anak Matahari karya Ajip Rosidi (1979); Nama dan Makna karya Ajip Rosidi (1988); Terkenang Topeng Cirebon karya Ajip Rosidi (1993); Disebabkan oleh Angin karya Rendra (1993); Kastalia (Kumpulan Sajak 1948—1973) karya Dodong Djiwapradja (1997). Selain itu, juga diterbitkan antologi puisi dan prosa Laut Biru Langit Biru karya Ajip Rosidi (1977).
 
 
Karya-karya umum beberapa esai dan kritik sastra yang diterbitkan, antara lain, berjudul Potret Seorang Penyair Muda sebagai Si Malin Kundang: Kumpulan Esei karya Goenawan Mohamad (1972); Bakat Alam dan Intelektualisme karya Subagio Sastrowardoyo (1972); Berkenalan dengan Existensialisme karya Prof. Dr. Fuad Hassan (1973), Masalah Angkatan dan Periodisasi Sejarah Sastra Indonesia (1973); Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan karya Arief Budiman (1976); Perjuangan dan Tanggung Jawab dalam Kesusastraan karya S. Takdir Alisjahbana (1976); Pengarang-Pengarang Wanita Indonesia karya Th. Sri Rahayu Prihatmi (1976); Hari-Hari Akhir si Penyair karya Nasjah Djamin (1982); Sastra Indonesia Modern II karya A. Teeuw (1989); Indonesia: Antara Kelisanan dan Keberaksaraan karya A. Teeuw (1994); Asrul Sani 70 Tahun (Penghargaan dan Penghormatan) karya Ajip Rosidi dkk. (1997); Surat-Surat Kepercayaan karya Asrul Sani (1997); Citra Manusia Indonesia dalam Karya Sastra Pramoedya Ananta Toer karya A. Teeuw (1998).
 
 
Setakat ini, penerbitan Pustaka Jaya meliputi Seri Buku Bacaan Bergambar (untuk anak-anak yang baru pandai membaca), Seri Pustaka Anak (untuk usia 10-15 tahun berupa dongeng-dongeng Indonesia, Dongeng-dongeng Mancanegara, Kisah-kisah Klasik Barat, Kisah-kisah Modern Indonesia, Kisah-kisah Modern Terjemahan, Pengetahuan Populer serta Biografi Orang-Orang Terkenal, dan Seri Pustaka Prosa berupa Buku-buku Roman Asli, Buku-buku Roman Terjemahan, serta Kumpulan Cerita Pendek. Seri lainnya Pustaka Puisi, Pustaka Drama, Pustaka Esei dan Kritik, Pustaka Islam, Pustaka Seni dan Pustaka Daerah (Sunda dan Jawa).
 
 
Sumber: http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Pustaka_Jaya | Ensiklopedia Sastra Indonesia – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *